Apa Itu Komoditas? Memahami Produk, Jenis, dan Contohnya

Apa Itu Komoditas? Memahami Produk, Jenis, dan Contohnya

Komoditas, suatu istilah yang sudah tidak asing lagi di telinga, terutama jika membicarakan masalah perdagangan. Apa itu komoditas? Apa pengertian komoditas itu?

Komoditas berasal dari bahasa inggris “Commodity” yang diserap dari bahasa perancis “Commoditemerupakan suatu produk, barang, atau jasa yang diperjual belikan dengan tujuan mendapatkan keuntungan dari barang tersebut.

Keuntungan yang didapat bisa dalam bentuk materil dan non-materil, seperti pemenuhan atas segala kebutuhan seorang yang membeli atau menggunakan suatu produk dan jasa.

Selain itu, mendapatkan uang dari barang yang ditawarkan menjadi keuntungan materil bagi para pelaku perdagangan.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), komoditas merupakan barang dagangan utama, benda niaga, hasil bumi, dan kerajinan yang dimanfaatkan untuk diekspor.

Arti lain dari kata komoditas yang tertulis di KBBI adalah bahan mentah yang dapat digolongkan menurut mutunya sesuai dengan standar perdagangan internasional, misalnya kopi, karet, dan gandum.

Dikatakan perdagangan internasional, apabila terjadi transaksi jual-beli antara suatu negara dengan negara lainnya ataupun masyarakat suatu negara dengan masyarakat negara lainnya.

Secara singkat, perdagangan internasional itu bisa terjadi jika ada tindakan jual-beli lintas negara di dunia. Contohnya, Indonesia mengekspor kopi ke Amerika Serikat.

Kegiatan ekspor yang dilakukan negara Indonesia ke negara pengimpor Amerika Serikat merupakan suatu bentuk perdagangan internasional, karena dilakukan antar dua negara yang berbeda.

Pengertian Komoditas Menurut Undang-Undang

Pengertian komoditas menurut Undang-Undang

Dalam UU No.10 Tahun 2011 tentang Perubahan Atas UU No. 32 Tahun 1997 tentang Perdagangan Berjangka Komoditi, komoditas dimaknai sebagai semua barang, jasa, hak dan kepentingan lainnya, dan setiap derivatif dari Komoditi, yang dapat diperdagangkan dan menjadi subjek Kontrak Berjangka, Kontrak Derivatif Syariah, dan/atau Kontrak Derivatif lainnya.

Kontrak Berjangka adalah suatu bentuk kontrak standar untuk membeli atau menjual Komoditi dengan penyelesaian kemudian sebagaimana ditetapkan di dalam kontrak yang diperdagangkan di Bursa Berjangka.

Sedangkan Kontrak Derivatif adalah kontrak yang nilai dan harganya bergantung pada subjek Komoditi. Perbedaannya dengan yang syariah hanya dalam memenuhi unsur-unsur syariah.

Meskipun pengertiannya sudah sangat luas, para ahli tetap memberikan makna tersendiri dari kata komoditas tersebut.

Secara umum, komoditas menurut para ahli adalah sesuatu yang bertautan dengan barang atau produk yang memiliki nilai guna, tukar, dan harga.

Nilai guna tersebut tergantung pada produknya. Jika berbentuk pakaian maka berguna untuk melindungi dan menghias tubuh. Tetapi, jika berbentuk bangungan maka berguna sebagai tempat tinggal, berjualan, dll.

Jenis Komoditas dan Contohnya

Jenis Komoditas

Komoditas di Indonesia terbilang sangatlah banyak, entah di bidang migas, pertanian, atau peternakan yang sudah berbentuk produk maupun belum.

Pada dasarnya, komoditas dibagi menjadi dua, yaitu: migas dan non migas. Migas berarti minyak dan gas sedangkan non migas dibagi lagi menjadi pertanian dan peternakan.

Migas

Migas singkatan dari minyak dan gas. Komoditas ini biasa diperdagangkan dalam bentuk produk jadi ataupun mentah.

Sebagai contoh dari minyak adalah bensin dan solar. Sedangkan, untuk contoh komoditas gas ialah liquefied natural gas (LNG).

Minyak Bumi

Minyak bumi merupakan suatu bentuk cairan yang tersusun dari berbagai komposisi dan berasal dari dalam bumi.

Komoditas ini sering kali di impor oleh negara-negara di seluruh dunia untuk keperluan bahan bakar ataupun bahan baku peralatan.

Jika dipikirkan secara sepintas, minyak bumi hanyalah suatu cairan berminyak yang didapatkan dengan cara mengeruk dasar tanah bumi.

Padahal sebenarnya minyak bumi ini memiliki banyak jenisnya loh, berikut beberapa jenis hasil olahan minyak bumi:

a) LPG (Liquefied Petroleum Gas)

Secara harfiah, LPG merupakan hasil olahan minyak bumi berupa gas hidrokarbon yang telah menjadi cair. Komponen didalamnya didominasi oleh propana (C3H8) dan butana (C4H10).

Sifat dari minyak bumi berbentuk gas biasanya sangat mudah terbakar, tidak beracun, dikirimkan dalam bentuk cairan yang bertekanan di dalam tangki atau silinder, dan dapat menguap serta menyebar dengan cepat.

b) Avtur dan Avgas

Avtur atau singkatan dari Aviation Turbine merupakan bahan bakar dari fraksi minyak tanah yang dirancang khusus untuk bahan bakar pesawat terbang yang menggunakan mesin turbin atau mesin yang memiliki ruang pembakaran eksternal (External Combustion Engine).

Sedangkan, avgas singkatan dari Aviation Gasoline merupakan bahan bakar dari fraksi Gasoline yang dibuat khusus untuk memberikan kinerja tinggi yang sesuai untuk dunia penerbangan (kinerja pembakaran tinggi dan bebas impurities).

c) Bensin (Petrol)

Bensin (petrol) merupakan salah satu hasil olahan minyak bumi yang terdiri dari komponen utama berupa oktana dan n-heptana. Komoditas ini biasa digunakan sebagai bahan bakar kendaraan, seperti mobil dan motor.

d) Kerosene

Kerosene atau yang dikenal dengan minyak tanah merupakan  cairan yang tidak berwarna dan mudah terbakar. Kebutuhan bahan bakar rumah tangga biasanya menggunakan kerosene ini dan untuk membedakannya dengan air, minyak tanah ini dicampurkan dengan zat pewarna kuning.

e) Solar

Solar atau diesel merupakan cairan hasil olahan minyak bumi yang berwarna sedikit kekuning-kuningan bahkan berwarna putih. Pada umumnya, solar digunakan untuk bahan bakar mesin diesel.

Gas

Gas merupakan salah satu dari 4 wujud dasar materi (padat, cair, dan plasma) yang memiliki beberapa komponen campuran. Komoditas ini memiliki beberapa jenis, antara lain:

a) Gas alam

Gas alam atau Natural Gas merupakan gas yang terdapat dan terkumpul di bawah tanah dan berkaitan dengan komponen kandungan minyak tanah. Gas alam memiliki campuran hidrokarbon dengan daya tekan yang tinggi.

b) Cairan Gas Alam (NGL)

Cairan Gas Alam (NGL) merupakan kumpulan hidrokarbon yang terdapat dalam akumulasi gas yang berbentuk cair dan dalam kondisi suhu yang tidak ekstrem.

Propan, Butan, dan Pentan ditemukan di alam dalam bentuk cairan gas dan bisa didapat dengan proses pendinginan, penyulingan, atau absorpsi.

c) Petro Gas Cair (LPG)

Petro Gas Cair merupakan gas propan atau buatan. Hidrokarbon yang berbentuk gas ini, lebih berat dari bentuk jenis gas lainnya sehingga perlu diproses menjadi cairan agar mudah dalam penampungan.

LPG biasa digunakan untuk usaha kecil dan menengah hingga kebutuhan rumah tangga karena kepraktisannya sebagai sumber energi panas.

d) Gas Alam yang Dicairkan (LNG)

Sesuai dengan namanya, Gas Alam yang Dicarikan (LNG) merupakan bentuk gas (hidrokarbon) yang kebanyakan gas metan dan dicairkan guna memudahkan dalam penampungan dan pengangkutannya.

Proses pencairannya terhitung sulit jika dibandingkan dengan gas LPG, Gas Alam yang Dicairkan (LNG) ini harus didinginkan dengan suhu yang sangat ekstrim yaitu sampai -162 derajat celcius dan tekanan yang sangat tinggi.

LNG baru bisa digunakan kembali untuk industri besar setelah melalui proses pengembalian ke bentuk gas (proses regasifikasi) karena kemampuan energinya yang lebih besar. Misalnya seperti industri listrik dan pekerjaan berat.

e) Metana dan Etana

Metana dan Etana adalah Hidrokarbon yang berbentuk gas yang tidak memiliki warna dan tidak berbau. Perbedaan diantara keduanya dapat dibedakan dengan mudah.

Metana mengandung satu atom karbon yang terikat pada empat atom hidrogen sedangkan Etana mengandung dua atom karbon yang terikat satu sama lain dan setiap atom karbon terikat pada tiga atom hidrogen.

Non-Migas

1. Pertanian (Agriculuture)

Komoditas Pertanian

Jenis komoditas selanjutnya adalah pertanian. Di sektor ini, Indonesia memiliki banyak sekali jenis-jenisnya, mulai dari rempah-rempah hingga produk yang telah jadi, Contonhya: Biji Pala, Sawit, Cengkeh, Kecap, dan Minyak Sawit.

2. Peternakan (Life Animal)

Komoditas Peternakan

Bidang peternakan masuk kedalam salah satu jenis komoditas yang biasa di ekspor dan impor. Kendati demikian, jenis yang paling banyak di ekspor dan impor adalah yang memiliki keunikan tersendiri dan ciri khas yang berbeda, seperti: Burung Unta, Ikan Hias, dan Tokek.

 

 

 

 

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *