8 Cara Import Barang dari China Alibaba Mudah & Cepat

8 Cara Import Barang dari China Alibaba Mudah & Cepat

Indonesia menjadi negara dengan nilai import barang yang cukup besar di Asia Tenggara dibandingkan dengan negara-negara tetangga lainnya.

Dilansir data Badan Pusat Statistik (BPS), Nilai Import barang Indonesia mencapai US$21,36 miliar pada Desember 2021, naik 10,51 % dari bulan sebelumnya.

Komoditas import Indonesia dibagi menjadi 2, yaitu: Migas dan Non Migas. Masing-masing komoditas memiliki nilai yang sangat besar.

Pada bulan Desember 2021 nilai import migas Indonesia sebesar US$3,38 miliar, naik 11,66 % dari bulan November 2021, sedangkan sektor non migas mencapai US$17,98 miliar, naik 10,29 %.

Komoditas Import Indonesia 

Komoditas Impot Indonesia

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya bahwa komoditas import dikategorikan menjadi migas dan non migas. Berikut barang-barang yang termasuk ke dalam kedua kategori tersebut:

1. Migas

Melansir data Badan Pusat Statistik (BPS), pada November 2021 nilai import sektor migas mencapai US$3,38 miliar atau naik 11,66 % dari bulan November 2021 dan 127,95 % dibandingkan Desember 2020.

Barang yang diimport sektor migas ini berupa minyak mentah dan gas alam. Biasanya Indonesia mengimport dari Negara Uni Emirat Arab untuk minyak dan Singpura untuk gas.

2. Non Migas

Indonesia mengimport barang sektor non migas dari beberapa negara dengan nilai yang sangat fantastis.

Barang-barang yang diimport di sektor ini berupa mesin, peralatan mekanis dan bagiannya dengan nilai import mencapai US$401,5 juta (15,24 %) . Ada 3 negara terbesar pemasok barang nonmigas terbesar ke Indonesia, antara lain:

a) China

Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) menyatakan bawah pada periode Januari – Desember 2021 nilai Import komoditas migas asal negara Tiongkok mencapai S$55,74 miliar atau 32,66 % nilai keseluruhan import.

China memang telah menguasai perdagangan internasional menandingi Amerika, dengan kualitas serta keunikan produk buatannya, ia dapat menarik masyarakat luas hingga dunia.

b) Jepang

Jepang menjadi negara ke-2 sebagai pengimport barang non migas terbesar ke Indonesia. Nilai import nya memang berbeda jauh dengan negara China, yaitu US$14,61 miliar (8,56 %) tetapi tetap mampu menguasai pasar Indonesia.

Barang yang Jepang ekspor ke Indonesia berupa mesin-mesin industri dan barang elektronik, seperti handphone dan televisi.

c) Thailand

Siapa sangka negara yang dijuluki “Gajah Putih” ini ternyata menjadi pengimport terbesar ke-3 di sektor non migas, yaitu sebesar US$9,08 miliar (5,32 %). Dengan nilai yang hampir menyentuh US$10 miliar dapat dikatakan besar karena mencapai 5,32% dari total import sektor non migas.

Sebenarnya, Indonesia mengimport barang non migas dari beberapa negara ASEAN dan Uni Eropa, seperti: Singapura, Malaysia, Belanda, Inggris, dan Perancis. Tetapi, yang terbesar adalah negara China/Tiongkok.

Mengapa Negara China?

China

China menjadi negara pengekspor barang sektor non migas terbesar ke Indonesia pada tahun 2021 lalu. Hal ini disebabkan oleh kerja sama yang sangat baik antar pemerintah Indonesia dan China.

Selain itu, kualitas serta harga produk asal China juga menjadi alasan tersendiri. Pasalnya, masyarakat Indonesia lebih memilih barang asal negara tirai bambu dibandingkan negara-negara lainnya, seperti Amerika.

Tersebarnya platform jual-beli atau e-commerce asal China, memudahkan para buyer untuk melakukan transaksi barang yang ingin dibeli.

E-commerce tersebut ada yang berskala nasional maupun internasional, seperti Alibaba, 1688, Taobao, dan AliExpress.

Alibaba

Alibaba

Alibaba merupakan perusahaan asal China yang didirikan pada tahun 1999 di sebuah apartemen di daerah Hangzhou, China oleh Jack Ma dan beberapa rekannya.

Terdengar tidak asing dengan aroma Timur Tengahnya, nama Alibaba ternyata memang terinspirasi  dari kisah 1001 malam yaitu seorang yang hidup miskin namun memiliki prinsip hidup berbagi dan membantu kepada sesama yang membutuhkan.

Sifat kedermawanannya inilah yang membuat Jack Ma tertarik menggunakan nama tersebut dan mengaplikasikan pada sistem perusahaan.

Perusahaan raksasa yang terkenal saat ini, pernah ditolak oleh beberapa investor pada awal berdirinya, tepatnya pada saat Jack Ma mempresentasikan ide bisnisnya kepada para investor di Silicon Vallet, Amerika Serikat.

Alibaba.com adalah nama platform digital untuk transaksi jual-beli. Di dalamnya menawarkan banyak produk dari pakaian hingga elektronik.

Sistem penggunaannya tidak jauh berbeda dengan e-commerce yang berada di Indonesia, seperti: Shopee dan Tokopedia.

Bahasa yang digunakan alibaba.com adalah inggris sehingga dapat dijangkau skala internasional dan memungkin masyarakat luar negeri untuk mengimport produk yang ditawarkan.

Lantas, bagaimana cara importnya? Simak ulasan dibawah ini!

Cara Import Barang Dari China Alibaba

Cara Import Barang dari Alibaba

1. Membuat Akun

Cara import barang dari China Alibaba yang pertama adalah membuat akun. Seperti pada umumnya, registrasi pembuatannya dapat menggunakan beberapa pilihan, yaitu: gmail, facebook, twitter, bahkan linkedin.

Berikut cara membuat akun di alibaba.com:

a) Buka halaman website alibaba.com

b) Pilih menu sign in or join free

c) Daftar dengan pilihan yang ditawarkan (gmail, facebook, twitter, linkedin)

d) Penuhi form yang harus diisi

e) Klik “Agree and Register”

f) Masukan kode verifikasi pada kolom tersedia

g) Akun alibaba dapat digunakan segera

2. Pilih Produk

Setelah akun berhasil masuk, maka pilihlah produk yang ingin dibeli. Alibaba menyediakan beberapa cara untuk memudahkan mencari produk yang dicari. Bisa melalui menu pencarian ataupun sesuai kategori barang.

3. Mencari Supplier

Selanjutnya carilah supplier yang tepat dan terpercaya. Jika, ingin mengimport dalam jumlah besar bisa menggunakan jasa ataupun jika telah berbadan hukum maka bisa melakukannya sendiri.

4. Hubungi Supplier

Menghubungi supplier merupakan tahapan yang wajib dilakukan untuk mengetahui lebih lanjut terkait barang yang ingin dibeli.

Beberapa hal yang perlu ditanyakan adalah kualitas barang, kuantitas, harga, dan dokumen legalitas pengiriman barang di China.

5. Menghubungi Pihak Forwarder

Pihak forwarder di Indonesia telah sangat banyak, terutama dalam pemberian jasa ekspor-import antar negara, salah satunya Master Importir. Perusahaan ini memberikan jasa Undername yang mana segala dokumen legalitas diurus dan menggunakan nama perusahaan.

 Pada tahap ini, tentukan sistem pengiriman yang diinginkan. Apakah via laut/udara? Biasanya untuk laut digunakan untuk produk agriculture atau fashion dan udara untuk life animal atau hewan hidup.

 Perbedaannya adalah laut lebih memakan waktu yang cukup lama sedangkan udara lebih cepat, kurang lebih 1 minggu sampai.

6. Melakukan Pembayaran

Setelah deal dengan pihak supplier, buat perjanjian dan melakukan pembayaran sesuai nominal yang telah disetujui. Pembayaran bisa melalui bank dalam negeri melalui teller di kantor terdekat.

Penuhi juga pembayaran yang telah ditawarkan dan disepakati dengan pihak forwarding, jika seluruh nya sudah terpenuhi. Maka supplier mempersiapkan dokumen untuk pengiriman dan perusahaan forwarding juga demikian.

7. Menunggu Barang

 Apabila telah terpenuhi tahapan-tahapannya maka dapat menunggu barang hingga dihubungi pihak forwarder menghubungi jika barang telah sampai.

8. Menerima Barang

 Setelah barang sampai ke Indonesia, maka akan dihubungi oleh pihak forwarder tergantung layanan yang digunakan, apakah Door to Door ataupun Door to Port. Apabila Door to Door maka sampai alamat tujuan, tetapi bila Door to Port hanya sampai bandara untuk via udara dan Pelabuhan untuk via udara.

 

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *