5 Cara Import Hp Bekas dari Jepang ke Indonesia

5 Cara Import Hp Bekas dari Jepang ke Indonesia

Cara Import HP Bekas dari Jepang ternyata tidak sulit loh… Simak ulasan berikut ini!

Jepang merupakan salah satu negara pemasok barang elektronik yang cukup besar ke Indonesia. Dengan kecanggihan produknya dapat memenuhi pasaran dalam negeri yang BPJS, budget pas-pasan jiwa sosialita.

Barang elektronik yang banyak masuk ke Indonesia adalah HP, dari yang baru hingga yang bekas. Pasalnya, barang limbah Jepang tidak kalah saing dengan negara lainnya seperti China.

Ponsel bekas Jepang yang banyak masuk ke Indonesia adalah jenis flagship, beberapa diantaranya memang tidak beredar sejak awal perilisannya.

Adapun beberapa merk produk jepang yang tersebar di masyarakat Indonesia adalah Sony, Fujitsu, dan Sharp. Walaupun begitu, kamu bisa menemukan HP bekas lainnya seperti google pixel sebagai produk asal Jepang.

Cara Import HP Bekas dari Jepang

 

Import dari Jepang

Pada dasarnya cara import HP bekas dari Jepang sama dengan produk-produk lainnya, seperti import barang dari China, Singapura, ataupun Amerika.

Syarat-syarat Import harus terpenuhi, antara lain: perusahaan berbadan hukum dan memenuhi dokumen-dokumen yang wajib maupun tambahan.

Untuk cara import HP bekas dari Jepang, dibagi menjadi 2, yaitu: Pra Import dan Pelaksanaan Import.

Pra Import

Pra Import

1.Tentukan Produk

Cara import HP bekas dari jepang yang pertama adalah tentukan produk yang ingin dibeli dari merk, jenis, harga, dan lain-lain.

Cara pertama ini sangat penting sebelum membeli barang import dari luar negeri apalagi bekas, karena tidak dapat diketahui secara jelas fisik dari produk tersebut.

Dalam hal ini, kamu bisa melakukan riset terlebih dahulu sebelum menentukan produk yang ingin dibeli dari segi kelebihan dan kekurangan serta harga umumnya di pasaran.

2. Mencari Supplier

Setelah menentukan produk, calon importir harus mencari supplier yang dapat memenuhi kebutuhannya. Pencarian ini, bisa menggunakan beberapa platform atau e-commerce seperti dibawah ini:

a) Website Resmi

Website Resmi seperti apple.co.jp untuk produk apple dan samsung.com/jp untuk merk samsung biasanya menjual barang-barang baru bukan bekas. Tetapi, produk-produk yang ada di dalamnya bisa menjadi perbandingan harga untuk membeli barang bekas di pasaran.

b) amazon. co.jp

Siapa yang tak pernah dengar kata “amazon”? yups, sebuah perusahaan besar asal Amerika ini menyediakan banyak produk yang ditawarkan, mulai dari elektronik hingga non elektronik.

HP bekas yang dijual di platform ini dibilang cukup lengkap karena banyak memberikan penawaran menarik dan beragam.

Dalam transaksinya dapat menggunakan kartu kredit yang terintegrasi dengan situs website tersebut.

c) ebay.com

Website asal Amerika ini, tak jauh berbeda dengan e-commerce lainnya. Penawaran yang ditawarkan cukup menarik dari harganya yang diskon ataupun jenis lainnya.

Marketplace ini menyediakan pengiriman lintas negara dengan 2 metode pembayaran, yaitu: Buy it Now (BIN) dan Auction.

Buy it Now adalah sebuah metode pembayaran secara langsung setelah memesan barang, sedangkan Auction metode pembayaran setelah adanya negosiasi harga antara buyer dan seller.

Pada dasarnya, sebelum melakukan transaksi di platform ini, setiap individu diharuskan registrasi lalu login, tetapi bisa juga menggunakan “As a Guest” yang artinya tanpa melakukan pendaftaran terlebih dahulu.

d) kakaku.com

Kakaku.com merupakan website tempat jual-beli yang biasa digunakan oleh orang jepang sebagai perbandingan antara satu produk dengan produk lainnya. Platform ini menggunakan bahasa jepang.

e) auction.yahoo.jp

Website lainnya yang bisa digunakan untuk membeli HP bekas jepang adalah auction.yahoo.jp

Biasanya, orang jepang membeli dari sini hasil dari barang lelangan yang harganya cukup lumayan murah dan bervariasi. Tetapi, harus lebih berhati-hati dan melihat history dari seller karena untuk menghindari ketidak sesuaian barang yang ditawarkan dengan yang diberikan.

f) shopee.com/tokopedia.com

Sebenarnya produk-produk asal jepang dari pakaian hingga elektronik yang baru maupun bekas telah banyak terjual di dua perusahaan oren dan ijo ini.

Transaksinya terbilang cukup mudah bahkan dapat menggunakan COD (Cash on Delivery), bahkan shopee membuat iklan yang sudah sangat tak asing di telinga, yaitu “Shopee COD, Shopee COD”. Ini menandakan kemudahaan transaksi yang ditawarkan oleh perusahaan.

Selain karena kemudahaan sistem transaksi, kedua platform ini berbahasa Indonesia sehingga setiap masyarakat Indonesia dapat menggunakan sesuka hati.

Diskon besar-besar juga sering ditawarkan, siapa sih yang tak tahu 12.12/11.11 dan lain-lainnya? Bentuk penawaran ini sangat laku keras di Indonesia sampai dapat meraup keuntungan yang cukup besar bagi para seller.

3. Hubungi Supplier

Setelah mencari supplier untuk ekspor barang dari jepang, pihak importir harus menghubungi supplier guna melakukan negosiasi harga, bentuk pengiriman dan melakukan kesepakatan perjanjian ekspor-import.

Dalam tahap ini juga, pihak importir harus menanyakan beberapa hal kepada supplier di Jepang seperti :

a) Nama Beserta Spesifikasi Barang

Nama beserta spesifikasi barang ini nantinya akan dimasukan ke dalam Corse Invoice & Packing List yang merupakan dokumen wajib dalam melakukan ekspor-import.

Spesifikasi barang dapat berupa ukuran dan berat barang yang biasanya menggunakan ukuran cm dan berat kilogram.

b) Nomor HS Code (Harmonized Code) dari Barang yang Akan Diekspor

Nomor HS Code ini berguna untuk menyatukan persepsi antara pihak eksportir dan importir atas barang yang dikirim dan ini akan dimasukan dalam Pemberitahuan Ekspor/Impor Barang (PEB/PIB).

4. Menentukan Sistem Pengiriman

Sistem pengiriman ini dapat melalui Laut maupun Udara, biasanya untuk elektronik dikirim melalui udara karena masuk kedalam Dangerous Goods atau barang yang dianggap berbahaya jika menggunakan kapal.

Pengiriman melalui udara akan lebih cepat sampai dibandingkan dengan laut bisa kisaran 1 minggu atau lebih bahkan lebih cepat sedangkan apabila menggunakan kapal bisa 1 bulan lebih dan paling cepat 20 harian.

5. Mempersiapkan Dokumen

Dokumen-dokumen dalam mengimport ada yang bersifat wajib dan pendukung. Untuk yang wajib seperti Bill of Lading/Airway Bill, Corse Invoice & Packing List (CIPL), Polis Asuransi, Shipping Instruction, dan Pemberitahuan Impor Barang (PIB) yang dibuat di negara pengimport barang dari Jepang.

Pelaksanaan Import

Import barang

Setelah semua yang disebutkan di atas terpenuhi, langkah selanjutnya adalah supplier di Jepang mengekspor barang yang telah ditransaksikan dan disepakati kedua belah pihak baik eksportir maupun importir.

Selama menunggu kedatangan barang yang telah dikirim dari Jepang, pihak importir mendapat surat Pemberitahuan Kedatangan berupa Notice of Arrive dari pihak forwarding barang.

Jika barang telah sampai di tujuan, maka pihak importir segera menyiapkan dokumen persyaratan dan menunjukkannya kepada petugas yang berwenang. Setelah itu, barang menjadi milik importir.

Dalam kaitan persyaratan wajib yaitu Perusahaan Berbadan Hukum yang dapat menyediakan dan memenuhi dokumen-dokumen persyaratan, apabila pihak importir perorangan maka tidak memenuhi syarat utama untuk ekspor-import.

Tetapi, untuk tetap mewujudkan impian tersebut ada beberapa perusahaan yang memberikan pelayanan undername, yaitu segala dokumen mengatasnamakan perusahaan yang telah sah berbadan hukum seperti Master Importir.

Di Master Importir, pelayanan tersebut terbilang murah dan sangat baik. Untuk informasi lebih lanjut, silahkan kunjungi website resmi kami di www.masterimportir.com!

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *