Cara Import Barang Dari China ke Indonesia Borongan

Cara Import Barang Dari China ke Indonesia Borongan

Cara Import Barang China ke Indonesia itu mudah loh, karena telah memiliki hubungan dagang internasional yang sangat baik antar kedua negara tersebut.

Sejak dahulu kala, Negara Indonesia telah memiliki perjanjian dagang bebas atau Free Trade Agreement dengan beberapa negara di seluruh dunia, salah satunya China.

Apa itu Free Trade Agreement?

Free Trade Agreement

Free Trade Agreement (FTA) adalah perjanjian antar dua negara atau lebih yang bertujuan untuk memudahkan proses perdagangan antar satu negara dengan lainnya.

Dalam FTA tersebut, ada 3 hal utama yaitu perdagangan barang, perdagangan jasa, dan investasi. Tujuan dari perdagangan barang adalah untuk menghapus tarif dan menangani hambatan yang terjadi dalam produk non-tarif.

Sedangkan perdagangan jasa, berguna untuk menjaga akses perdagangan antar negara serta memastikan kondisi yang kondusif bagi penyedia barang. Dalam hal investasi, bertujuan untuk memberikan perlindungan dan dorongan terhadap investasi di Indonesia.

Cara Import Barang Dari China ke Indonesia Borongan

Cara Import Barang dari China

Dengan adanya kemudahan dalam perdagangan internasional negara Indonesia, membuat banyaknya produk asal China yang masuk ke Indonesia.

Selain karena hubungan yang baik antar keduanya, kualitas produk dan harga yang terjangkau membuat Indonesia melakukan import barang dari China.

Seperti diketahui juga, China dapat membuat produk yang serupa dengan brand ternama dunia tetapi dengan kualitas dan harga yang jauh lebih murah.

Dalam dunia Import, ada beberapa cara yang dapat digunakan. Tetapi, pada umumnya yang diketahui ialah Import Borongan (Door to Door) .

Sebelum membahas cara import barang dari China ke Indonesia, mari kita bahas apa sih maksud dari Import Borongan (Door to Door) itu?

Import Borongan (Door to Door)

Import Borongan

Import Borongan (Doo to Door) adalah suatu sistem pembelian dan memasukan barang dari luar negeri ke Indonesia dengan skala besar.

Cara ini dianggap lebih menguntungkan bagi importir karena harganya yang lebih murah dan tetap sesuai dengan peraturan dan ketentuan yang berlaku.

Melakukan Import borongan biasanya menggunakan jasa cargo pengiriman logistik antar negara, seperti: Mister Importir, antaralogistic, dan w3cargo.

7 Cara Import Barang Dari China ke Indonesia Borongan

10 Cara Import Barang Dari China

1.Tentukan Produk

Cara import barang dari China ke Indonesia borongan yang pertama adalah menentukan produk yang ingin dibeli.

Sebelum kita melakukan pembelian pastinya menentukan terlebih dahulu barang yang ingin dibeli. Di China ada beberapa Market Place atau E-commerce yang bisa kamu gunakan, seperti:

a) Alibaba.com

Alibaba.com merupakan salah satu market place asal China yang biasa digunakan untuk melakukan transaksi jual-beli dalam maupun luar negeri.

Sistem pengoperasiannya tidak jauh berbeda seperti Shopee, Tokopedia, dan Lazada. Bentuk pembayaran yang ditawarkan berupa Western Union, Paypal atau kartu kredit.

b) 1688

1688 merupakan situs marketplace online China yang juga bagian dari Alibaba. Cara pengoperasiannya sama dengan Alibaba.com dan tak jauh beda dengan e-commerce di Indonesia, seperti Shoppe dan Tokopedia.

Untuk transaksi sendiri 1688 ini menggunakan mata uang Yen dan Alipay.

c) Taobao

Taobao pun juga sama dengan Market Place asal China lainnya, tetapi menggunakan bahasa mandarin.

Platform ini bisa menjadi alternatif untuk mencari barang grosir selain 1688 dan Alibaba. Pada umumnya, Taobao ini juga cukup lengkap ketimbang yang lainnya.

d) AliExpress

AliExpress merupakan pasar grosir online yang juga bagian dari pada Alibaba. Platform ini juga berskala internasional sehingga dapat dijangkau oleh masyarakat luar negeri yang ingin melakukan proses transaksi pembelian barang asal China.

Kelebihan dari AliExpress ini adalah para penjual kecil atau UMKM di China diperbolehkan untuk memasarkan produknya di perdagangan internasional sehingga membantu dalam mendobrak perekonomian masyarakat kelas bawah disana.

Selain itu, platform ini juga menawarkan jaminan uang kembali apabila produk yang diterima tidak sesuai dengan yang dijelaskan di kolom deskripsi sehingga memberikan kenyamanan bagi para pembeli di seluruh dunia.

2. Memilih sistem transaksi

Dalam hal ini, kamu harus memahami betul tentang persyaratan-persyaratan import barang ke Indonesia, sebab akan menjumpai beberapa istilah seperti Free on Board (FOB), CFR (Cost and Freight), CIF (Cost Insurance and Freight), DDP (Delivered Duty Paid), dan FAS (Free Alongside Ship).

3. Melakukan Transaksi

Setelah memilih sistem transaksinya, maka importir dan exportir membuat kesepakatan jual-beli sehingga produk yang dibeli dapat dikirim kepada negara tujuan dan sampai dengan selamat.

4. Memilih Cara Pengiriman

Cara pengiriman barang ekspor-impor itu bisa melalui 3 pilihan, yaitu:

a) Laut (Ocean Freight) : barang yang dikirim via laut biasanya memiliki massa dan jumlah yang besar. Pengiriman melalui laut ini juga memerlukan waktu yang cukup lama.

b)Udara (Air Freight) : barang yang dikirim via udara biasanya berupa makhluk hidup, seperti: kelinci, kucing, dan hewan lainnya. Dengan waktu yang cukup singkat, dapat menjaga keberlangsungan hidup hewan yang dikirimkan ke luar negeri.

c)Darat (Truck and Train) : barang yang dikirim dengan via darat ini, biasanya dari negara-negara tetangga dan dikombinasikan dengan laut dan udara.

5. Melakukan Pembayaran

Setelah memilih barang, pasti dong harus dibayar. Untuk sistem pembayaran tersebut sesuai dengan yang ditawarkan oleh pihak exportir atau kalau menggunakan marketplace China sesuai dengan yang ditawarkan aplikasi tersebut.

6. Mencari Forwarder

Nah, untuk tahapan ini merupakan solusi bagi yang tidak dapat memenuhi dokumen persyaratan untuk import. Biasanya, perusahaan freight forwarder seperti Mister Importir memberikan pelayanan yang disebut “Undername”. Jadi, seluruh berkas dokumen persyaratan dan pendukung untuk import barang menggunakan nama perusahaan sehingga memudahkan pihak importir menerima barang yang diinginkan.

7. Menyiapkan Dokumen Persyaratan

Dokumen Persyaratan ekspor-impor

Jika tidak menggunakan jasa forwarder maka segala sesuatu yang berkenaan dengan dokumen persyaratan dipersiapkan dengan diri sendiri. Adapun dokumen-dokumen persyaratan export-import adalah sebagai berikut:

a) Invoice/Faktur

Dokumen pertama yang harus dimiliki adalah Invoice yang berisi nama exportir dan importir. Ini bertujuan untuk memberikan bukti transaksi antara pihak eksportir dan importir.

b) Packing List

Dokumen ini setidaknya berisi tentang nama barang, nomor, tanggal, jumlah barang, berat bersih dan berat kotor.

c) Bill of Lading (Laut) atau Air Waybill (Udara)

Dokumen ini berguna sebagai bukti pengiriman barang atau disebut juga sebagai tanda terima antara eksportir dan importir. B/L dikeluarkan setelah kapal berangkat dari negara pengirim.

e) Polis Asuransi

Polis Asuransi ini digunakan sebagai bukti penanggungan yang diterbitkan oleh perusahaan asuransi untuk menjamin barang yang dikirim itu selamat, sesuai permintaan eksportir atau importir.

Dalam dokumen ini, dijelaskan jenis-jenis risiko yang diasuransikan, pihak mana yang meminta asuransi, dan kepada siapa klaim asuransi tersebut dibayarkan.

f) Shipping Instruction

Shipping Instruction adalah dokumen yang dibuat/diberikan oleh eksportir kepada forwarder guna melakukan pemesanan kontainer dan ruang di dalam transportasi pengiriman yang digunakan, seperti pesawat ataupun kapal.

g) Pemberintahuan Impor Barang (PIB)

5 dokumen sebelumnya merupakan, persyaratan yang dibuat oleh pihak eksportir dan diberikan kepada importir sebagai pemenuhan atas ketentuan yang berlaku. Sedangkan untuk PIB ini, dokumen yang dibuat oleh pihak importir sesuai dengan ketentuan yang berlaku di negara tersebut, misal di Indonesia dibuat oleh Bea Cukai.

Dokumen ini, sebagai landasan untuk memeriksa suatu barang yang diimpor saat sampai di Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *